Rabu, 16 September 2015

KERACUNAN MAKANAN DI NEGARA KAYA MAKANAN


Keracunan makanan bagi negeri ini memang tidak ada habisnya. Barusan terjadi di Sragen, tepatnya Dusun Mbalang, Desa Jekuni, Kecamatan Mondokan, Sragen. Warga RT 12 yang bernama Tumin dan Sumatun.
Kedua pasangan tersebut telah mendapatkan perawatan di puskesmas setempat, namun keduanya tetap tidak tertolong. Pihak puskesmas berdalih jika keduanya memiliki penyakit kronis.
Begitu gigih pihak Puskesmas Kecamatan Mondokan membantah, memberikan spekulasi telah terjadi pembiaran pasien. Mengingat mereka dari warga miskin. Desas-desus ini bisa dibantah karena sang anak yang bernama Wasti tidak mempermasalahkan pihak puskesmas.
Wasti mengaku belum tahu penyebab pasti kematian kedua orang tuanya. Dia hanya menuturkan,"Saat ngeroki bapak saya, saya sempat kaget kerena napasnya seperti orang ngorok. Setelah itu keluar lendir dari mulut. Hal yang sama juga terjadi pada ibu saya."
"Kurang lebih jam 15.00 keduanya sudah meninggal dan dikuburkan sore itu juga,"imbuhnya.
Kasus yang menimpa Tumin dan Sumatun, merupakan kondisi makanan di negeri ini yang masih buruk. Ditambah pelayanan medis oleh instansi plat merah juga kurang maksimal. Pemandangan pasien yang kleleran menjadi hal biasa. Mereka ini semua manusia. Tidak pantas terjadi demikian. Jika negara benar-benar hadir dalam pelayanan kesehatan.
Kesehatan bagi kalangan marjinal memang masih mengenaskan. Jangankan urusan kesehatan, urusan makan saja mereka masih kesulitan.





0 komentar:

Posting Komentar